Biaya Relevan Untuk Pembuatan Keputusan Khusus
Dosen Pembimbing: Martha S, DRA, SEM. AK
Oleh Kelompok : 8
1.
Muchammad Arifin (131500053)
2.
Ayu Pudjiati Ningsih (131500056)
3.
Mohammad
Firdaus (131500057)
4.
Ardila Wahyu Sintana (131500060)
5.
Moh.Khudori (131500209)
FAKULTAS ILMU EKONOMI
UNIVERSITAS
PGRI ADI BUANA SURABAYA
PROGRAM STUDI
MANAJEMEN
2015
KATA
PENGANTAR
Syukur
alhamdulilllah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberi taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Biaya
Relavan Untuk Pembuatan Keputusan Khusus”, dengan baik.
Penyusunan
ini merupakan salah satu hasil dari kerja keras kami.Dan tidak lupa kami
mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Bu Martha Sebagai dosen pengajar
mata kuliah akuntansi manajemen yang telah memberikan bimbingan serta
pengarahan dari persiapan hingga terselesainya makalah dan kepada teman – teman
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami
menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan ini masih jauh dari sempurna karena masih
banyak kekurangan baik dalam penulisan dan penyusunannya, oleh karena itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap makalah ini
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Surabaya, 1 November 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
JUDUL
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
1
1.2 Rumusan
Masalah
1
1.3 Tujuan
Rumusan Masalah
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Biaya
2
2.2 Pengambilan Keputusan
5
2.3 Biaya Relevan
6
2.4Biaya Tidak
Relevan
7
2.5Contoh-contoh
Soal
7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
9
3.2 Saran
9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam pengambilan
keputusan, kita memerlukan data-data yang diperlukan untuk dianalisis, guna
mendukung keputusan tersebut, apakah layak untuk diambil dan diterapkan di
suatu perusahaan atau tidak. Keputusan-keputusan yang diambil itu misalnya,
apakah kita akan membuat sendiri atau membeli saja suku cadang produk-produk
tertentu dari penjual. Kemudian, kita perlu memahami pengertian biaya
alternatif dan menerapkannya pada suatu analisa, untuk memilih cara penggunaan
yang terbaik dari suatu analisa. Selain itu, juga perlu adanya pemahaman mengenai
penggunaan dan keterbatasan alokasi biaya bersama atau yang disebut sebagai
joint cost. Tidak lupa, pentingnya menganalisa biaya relevan dalam pengambilan
keputusan suatu perusahaan.Kemudian, kita perlu mengidentifikasikan
sifat-sifat, sebab-sebab, dan cara-cara masalah motivasi yang berat, yang dapat
merintangi pelaksanaan keputusan untuk membuang peralatan lama dan
menggantikannya dengan peralatan yang baru.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
maka masalah yang dihadapi yaitu.
1.
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan biaya relevan beserta karakteristiknya
2.
Menjelaskan Jenis-jenis biaya yang relevan dan hal yang perlu diperhatikan
dalam biaya relevan
3. Menjelaskan
analisis masalah pada biaya relevan
4. Menjelaskan
keputusan yang berkaitan dengan informasi relevan
1.3
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini,
yaitu:
1. Untuk memberikan suatu pemahaman penuh terhadap
informasi relevan
2. Untuk pembuatan keputusan
dalam keputusan produksi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Biaya
Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan
barang atau jasa. Yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa depan
bagi organisasi. Biaya dikatakan sebagai setara kas karena sumber non kas dapat
ditukar barang atau jasa yang diinginkan. Contoh: Menukar peralatan yang
digunakan untuk produksi. Biaya bisa dianggap sebagai ukuran dollar dari sumber
biaya yang digunakan untuk mencapai keuntungan tertentu. Mengurangi biaya yang
dibutuhkan untuk mencapai manfaat tertentu berarti membuat perusahaan menjadi
lebih efisien. Akan tetapi, biaya harus dikelola secara strategis misalnya:
manajer harus menyediakan nilai bagi pelanggan yang sama besar atau lebihg
besar dengan biaya yang lebih rendah dari para pesaingnya. Dengan cara ini
posisi strategis perusahaan akan naik dan keunggulan kompetitif akan tercipta.Biaya
dikeluarkan untuk mendapat manfaat dimasa depan. Pada perusahaan yang
beroreintasi laba. Manfaat masa depan biasanya berarti pendapatan. Ketika biaya
telah dihabiskan dalam proses menghasilkan pendapatan, biaya tersebut
dinyatakan kadaluarsa. Biaya yang kadaluarsa disebut dengan beban.Disetiap
periode beban akan dikurangkan dari pendapatan dalam laporan laba rugi. Untuk
menentukan laba periode tersebut. Agar perusahaan tetap berjalan, pendapatan
harus melebihi beban dan laba yang dihasilkan harus cukup besar untuk memuaskan
pemilik perusahaan.
2.2
Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan pada umumnya adalah memilih suatu jalur tindakan
diantara beberapa alternatif yang tersedia melalui proses mental dan berfikir
yang logis. Ketika mencoba untuk membuat keputusan yang baik, seseorang harus
menimbang sisi positif dan sisi negatif dari setiap pilihan, dan
mempertimbangkan semua alternatif. Untuk pengambilan keputusan yang efektif,
seseorang harus mampu memprediksikan hasil dari setia[ pilihan, dan berdasarkan
pada semua item tersebut, menentukan pilihan mana yang terbaik untuk situasi
tertentu. Pengambilan keputusan harus berdasarkan beberapa tahapan yang mungkin
akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi
identifikasi masalah utama, menyusun alternatif yang akan dipilih dan
seterusnya. Pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan dengan adanya
keputusan yang tepat perusahaan akan bisa berdiri tegak tanpa adanya yang
mengambil alih peran perusahaan. Pengambilan keputusan bagi perusahaan itu
sangat diperlukan bagi pihak yang terkait perusahaan ataupun pihak yang bekerja
didalam perusahaan tersebut. Keputusan yang diambil merupakan risiko yang
diambil berdasarkan atas kesepakatan bersama.
Tahap-tahap proses pembuatan keputusan:
1.
Mengidentifikasi dan
mendefinisikan persoalan yang timbul.
2.
Mengidentifikasi berbagai
alternatif kemungkinan penyelesaian persoalan, dan mengeliminasi alternatif
yang tidak layak atau tidak fleksibel.
3.
Mengiddntifikasi manfaat dan
pengorbanan untuk setiap alternatif yang fleksibel.
4.
Mengumpulkan data pendukung
tentang seluruh biaya dan manfaat yang relevan, dan pastikan data tersebut
terjadi pada periode atau rentang waktu yang sama.
5.
Jumlahkan seluruh biaya relevan
dan manfaat relevan untuk setiap alternatif.
6.
Pilih alternatif terbaik yaitu
alternatif yang menghasilkan manfaat terbesar dan pengorbanan (biaya) terkecil
(least cost most benefit).
2.3 Biaya Relevan
A. Biaya
Relevan adalah biaya masa yang akan datang (future cost) yang
berbeda besarnya pada berbagai alternatif. Seluruh keputusan berhubungan dengan
masa yang akan datang. oleh karena itu, hanya biaya masa mendatang saja yang
relevan bagi sebuah keputusan. Untuk dapat disebut relevan, sebuah biaya tidak
hanya berhubungan dengan masa yang akan datang, namun juga biaya tersebut juga
harus berbeda dari satu alternatif ke alternatif lain. Jika biaya masa
mendatang jumlahnya sangat besar pada berbagai alternatif, maka biaya tersebut
tidak memiliki akibat pada keputusan.
Berikut pengertian biaya relevan menurut para ahli:
Kamaruddin
Ahmad dalam bukunya “Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut: “Biaya
relevan adalah biaya yang dapat dihindari atau biaya yang dapat dielakan dan
harus dipertimbangkan oleh setiap pengambil keputusan dalam berbagai alternatif
yang dihadapi.” (2005:115) Pengertian biaya relevan menurut RA. Supriyono dalam
bukunya “Akuntansi Biaya” adalah sebagai berikut: “Biaya relevan adalah
meliputi semua biaya yang akan terpengaruh oleh suatu pengambilan keputusan,
karena itu biaya tersebut harus dipertimbangkan di dalam pengambilan keputusan
tertentu tersebut.” (2002:389) Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan
bahwa biaya relevan dimaksud adalah semua biaya yang bisa dihindari bila
menghadapi berbagai alternatif yang dihadapi dan dapat berpengaruh dalam
mengambil keputusan seorang manajer. Biaya relevan memiliki karakteristik yakni
sebagai berikut :
a) Biaya yang benar-benar akan terjadi dan mengingat biaya masa
lalu yang tidak relevan.
b) Biaya harus benar-benar akan memberikan hasil berbeda jika
memilih alternatif.
B.
Hal yang perlu Diperhatikan dan Jenis Biaya Relevan
1. Hal yang perlu diperhatikan dalam Biaya Relevan Setiap pilihan strategi,
secara finasial, biasanya akan mengandung besaran biaya relevan yang
berbeda-beda. Hal-hal utama yang perlu diperhatikan dalam biaya relevan antara
lain :
a. Biaya-biaya masa lalu ( historis ) dapat membantu sebagai dasar
untuk membuat prediksi, namun biaya-biaya masa lalu tersebut tidak relevan
ketika membuat keputusan ( yang bersifat masa depan )
b. Alternatif-alternatif berbeda dapat dibandingkan dengan memeriksa
perbedaan-perbedaan total pendapatan dan biaya masa depan yang diharapkan
c. Tidak semua pendapatan dan total biaya masa depan yang diharapkan
adalah relevan, sehingga pendapatan dan biaya yang diharapkan tidak berbeda
diantara alternatif-alternatif pilihan dianggap tidak relevan dan dapat
dihilangkan dari analisa
d. Mengingat tingkat kesulitan pengukurannya, titik berat yang tepat
harus diberikan untuk faktor-faktor kualitatif dan faktor-faktor kuantitatif
non keuangan
2. Jenis Biaya Relevan
a. Sunk Cost Biaya histori atau disebut juga sunk costs adalah biaya
yang terjadi di masa lalu dimana tidak ada yang dapat mengubah apa yang telah
dikeluarkan mauun apa yang telah terjadi. Oleh karena itu, biaya historis
merupakan informasi yang tidak relevan dalam pembuatan keputusan
b. Opportunity Cost Biaya kesempatan adalah biaya kontribusi dari sebuah
aktivitas pendapatan yang hilang karena tidak digunakannya suatu sumber daya
terbatas dalam penggunaan alternatif terbaik selanjutnya. Perhitungan atas
biaya kesempatan ini dapat digunakan untuk mengukur efisiensi dari suatu alternatif
keputusan yang diambil.Besarnya biaya relevan merupakan akumulasi dari biaya
tambahan yang ada untuk suatu pilihan alternatif dengan biaya kesempatan yang
tinggi dan dipilihnya alternatif keputusan tersebut.
c. Incremental cost ( Revenue ) Biaya pendapatan tambahan adalah total
tambahan biaya/pendapatan yang didatangkan oleh suatu aktivitas dari keputusan
yang diambil
d. Differential cost ( Revenue ) Biaya pendapatan differensial adalah
perbedaan antara total biaya / pendapatan dari dua alternatif yang berbeda
C.
Analisis Masalah pada Biaya Relevan Pertama, waspada pada asumsi umum yang
tidak benar misalnya asumsi bahwa seluruh biaya adalah tidak relevan.
Asumsi
umum ini terkait mengenai biaya mana yang masuk dalam kategori biaya relevan dan
mana yang tidak masuk saat beberapa alternatif keputusan hendak diambil. Contoh
Kasus : Perusahaan Golden Hand memiliki kapasitas produksi aktual sirup “ APEL
“ sebesar 4000 botol per hari. Ada pilihan lain untuk menaikkan kapasitas
produksi menjadi 4500 botol per hari. Secara umum manajer menganggap bahwa
biaya distribusi akan naik sehingga menambah cost per botol. Teryata penambahan
500 botol per hari ini tidak menambah biaya distribusi karena kapasitas mobil
distribusi produk masih menampung kelebihan jumlah botol. Kedua, data biaya per
unit yang menyesatkan pengambil keputusan dalam dua cara utama :
•
Memasukkan biaya tidak relevan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan
•
Menggunakan biaya per unit yang sama pada tingkat keluaran yang berbeda karena
biaya tetap per unit berubah sesuai tingkat keluaran yang berbeda Contoh kasus
lain : Apakah mesin lama perlu diganti dengan mesin baru? Solusi : Ada
unavoidable cost dalam kasus tersebut, yaitu sunk cost berupa nilai buku
sebesar 14000, biaya ini harus dikeluarkan karena bersifat tidak relevan
sehingga bila mesin lama dijual akan mengalami kerugian sebesar 5000.
D.
Keputusan yang Berkaitan dengan Informasi Relevan
1.
One-Time-Only Special Orders Merupakan keputusan suatu perusahaan untuk
menerima atau menolak pemesanan khusus ketika terdapat kapasitas produksi yang
menganggur dan pesanan khusus tersebut tidak mempunyai impikasi jangka panjang.
Contoh Kasus : Pemesanan tambahan sirup “ APEL “ sebanyak 5000 botol ketika
produksi perusahaan masih 30.000 botol dibandingkan dengan kapasitas produksi
sebesar 35.000 botol. Peningkatan biaya variabel produksi merupakan biaya
tambahan yang menjadi biaya relevan dalam pengambilan keputusan untuk
dibandingkan dengan pendapatan tambahan dari menerima pesanan khusus tersebut.
2.4
Biaya Tidak
Relevan
Ada berberapa biaya tidak relevan yaitu:
1. Sunk
cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dari apapun
keputusan yang dibuat oleh manajer.
2. Future
cost adalah biaya yang terjadi antara berbagai alternatif lain
Untuk
mengindentifikasi biaya yang dapat dihindari dalam pembuatan keputusan tertentu
dan apakah biaya tersebut relevan, langkah-langkah berikut ini perlu dilakukan
:
1.Hilangkan
biaya dan manfaat yang tidak berbeda diantara berbagai alternatif.
2. Gunakan
biaya dan manfaat yang tersedia yang berbeda di antara berbagai alternatif yang
tersedia dalam pembuatan keputusan.Biaya terhindarkan (avoidable cost) adalah
biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya ataupun sebagian dengan memilih
salah satu dari alternatif yang tersedia.Biaya tidak terhindarkan (unavoidable
cost) adalah biaya tidak relevan.
Biaya yang berbeda
dengan tujuan yang berbeda
Setiap
pembuatan keputusan manajer harus menguji data yang memiliki dan memisahkan
biaya relevan. Jika tidak, manajer akan terjebak dengan keputusan yang salah
karena adanya data yang tidak relevan.
Memisahkan
biaya relevan penting dengan dua pertimbangan. Pertama, sangat jarang
tersedia informasi yang lengkap untuk menyusun laporan laba rugi secara detil
untuk kedua alternatif yang telah dianalisis di atas. Kedua, mencampur
biaya relevan dengan tidak relevan akan menyebabkan bingung dan mengganggu
perhatian dari masalah yang sesungguhnya lebih penting.
Format
Perbandingan
Beberapa manajer lebih menyukai
pendekatan dalam pembuatan keputusan dengan membandingkan laporan laba rugi
dengan menunjukkan dampaknya terhadap perusahaan secara keseluruhan baik akan
menghentikan suatu lini produk atau tetap mempertahankannya.
Opportunity Cost
Opportunity cost akan menjadi
margin segmen yang dihasilkan dari alternatif terbaik penggunaan ruangan
tersebut.
Penggunaan Sumber Daya yang
Terbatas
Biaya tetap selalu tidak
terpengaruhi oleh pilihan yang dibuat oleh manajer sehingga manajer harus
memilih tindakan yang akan memaksimumkan total margin kontribusi.
Kontribusi dan
keterbatasan sumber daya
Untuk memaksimumkan total margin
kontribusi, perusahaan tidak hanya sekedar mempromosikan produknya yang
memberikan margin kontribusi per unit yang paling tinggi. Total margin
kontribusi akan mencapai tingkat maksimum dengan memproduksikan produk-produk
perusahaan atau menerima pesanan yang memberikan margin kontribusi per unit
tertinggi dalam kaitannya dengan sumber daya yang terbatas.
Mengelola Kendala
Laba dapat meningkat dengan
pengelolaan kendala organisasi secara efektif.Salah satu aspek mengelola
kendala adalah memutuskan bagaimana penggunaan terbaiknya.Bottleneck adalah
mesin atau proses yang membatasi total output karena sudah bekerja dalam
kapasitas penuh. Menajemen yang memfokuskan usaha untuk meningkatkan efisien
operasi yang menjadi bottleneck dan meningkatkan kapasitas. Usaha tersebut
secara langsung akan meningkatkan output barang jadi dan pada akhirnya akan
meningkat laba.
Kapasitas dalam bottleneck dapat
secara efektif ditingkatkan dengan beberapa cara :
a. Bekerja
lembur di area yang mengalami bottleneck
b. Memberikan
sub kontrak untuk pemrosesan yang mengalami bottleneck
c. Investasi
mesin tambahan
d. Menggeser
tenaga kerja dari proses yang tidak memahami bottleneck kedalam proses yang
mengalami bottleneck
e. Memfokuskan
usaha perbaikan proses bisnis seperti TQM dan proses rekayasa ulang dalam
proses yang mengalami bottleneck
f. Mengurangi
produk cacat. Setiap unit cacat yang diproses di area bottleneck akan
mengurangi produk jadi
Perangkap dalam Proses
Alokasi
Biaya produksi bersama sesungguhnya
adalah biaya umum yang terjadi untuk memproduksi berbagai macam produk akhir
secara simultan.Pendekatan yang khusus digunakan adalah mengalokasikan biaya
produk bersama sesuai dengan nilai jual relatif masing-masing produk akhir.
Meskipun alokasi biaya produk bersama dibutuhkan untuk memenuhi beberapa tujuan
seperti penilaian persediaan dalam neraca, alokasi seperti ini harus
mendapatkan perhatian khusus secara internal dalam proses pembuatan keputusan.
Kalau manajer tidak melakukannya dengan hati-hati, dia akan membuat keputusan
yang salah sebagai akibat dari mendasarkan keputusannya pada alokasi biaya
umum.
Activity-Based Costing
(ABC) dan Biaya Relevan
ABC memperbaiki kemungkinan dapat
ditelusurinya biaya dengan memfokuskan pada aktivitas yang disebabkan oleh
produk atau segmen yang lain. Manajer harus berhati-hati dan membaca dengan
lebih cermat istilah kemampuan untuk dapat ditelusuri dibandingkan dengan
kondisi yang sesungguhnya.
Bahwa metode yang digunakan untuk
membebankan biaya ke produk atau segmen lain tidak mengubah sifat dasar biaya.
Sunk cost seperti biaya penyusutan peralatan tetap menjadi sunk cost tanpa
terpengaruh apakah ditelusuri langsung ke segmen tertentu berdasarkan basis
aktivitas, dialokasikan ke seluruh segmen bedarsarkan jam kerja langsung atau
ditangani dengan cara yang lain dalam proses pembebanan biaya.
2.5 Contoh Soal
1. keputusan
membeli atau membuat sendiri sebuah komponen
berikut ini
informasi yang berkaitan dengan pembuatan suku cadang komputer pada PT makmur jaya:
|
Keterangan
|
Per unit
|
10.000 unit
|
|
Sewa peralatan
|
Rp 1200,00
|
Rp 12.000.000,00
|
|
Depresiasi peralatan
|
200,00
|
2.000.000,00
|
|
Bahan baku
|
1000,00
|
10.000.000,00
|
|
Tenaga kerja langsung
|
2000,00
|
20.000.000,00
|
|
Overhead variabel
|
800,00
|
8.000.000,00
|
|
Overhead tetap
|
3000,00
|
30.000.000,00
|
|
Jumlah biaya produksi
|
Rp 8200,00
|
Rp 82.000.000,00
|
Untuk merakit
komputer,rata-rata perusahaan memerlukan suku cadang sebanyak 10.000 per
tahun,dan saat ini perusahaan membuat sendiri komponen tersebut.sebagian besar
peralatan disewa dari pihak luar.namun ada sebuah mesin khusus yang harus di
beli.peralatan yang sewa dapat di kembalikan sewaktu-waktu dan perusahaan hanya
akan dibebani dengan sewa selama peralatan tersebut dipakai.Overhead pabrik
variabel di bebankan ke komponen dengan tarif Rp4000,00 per unit per
Rp10.000,00 biaya tenaga kerja langsung.Jumlah overhead pabrik tetap untuk
seluruh pabrik adalah Rp 1.000.000.000,00.Biaya overhead pabrik tetap ini
dibebankan ke obyek biaya berdasarkan spasi pemakaian pabrik oleh setiap obyek
biaya.Fasilitas manufaktur untuk membuat komponen tersebut adalah seluas 6.000m2sedangkan
luas pabrik keseluruhan adalah 200.000m2.Dengan demikian biaya
overhead pabriktetap yang dibebankan ke komponen adalah sebesar
Rp30.000.000,00(0,03 x Rp 1.000.000.000,00).
Perusahaan saat
ini menerima tawaran komponen tersebut dari seorang pemasok dengan harga Rp4.750,00
per unit.Haruskah perusahaan menerima tawaran ini atau membuat sendiri komponen
tersebut? Sepintas tawaran tersebut menarik – harga Rp4.750,00 per unit jauh di
bawah biaya pembuatan komponen sebesar Rp8.200,00.Namun untuk membuat
keputusan, perusahaan harus lebih dahulu melakukan analisis,karena tidak semua
biaya akan dipertimbangkan dalam setiap keputusan.Biaya yang akan
diperhitungkan dalam analisis hanya biaya relevan saja.
Dari daftar
biaya produksi,biaya depresiasi dapat dieliminasi,karena biaya ini adalah sunk
cost atau biaya masa lalu, oleh karena itu biaya ini tidak memiliki syarat
relevan.Biaya overhead tetap juga bukan merupakan biaya relevan, karena baik
perusahaan membuat sendiri komponen tersebut atau membelinya dari
luar,perusahaan tetap mengeluarkan biaya overheadtetap untuk penggunaan
fasilitas pabrik secara keseluruhan sebesar Rp1.000.000.000,00 di luar kedua
elemen biaya tersebut,seluruh biaya produksi merupakan biaya relevan,oleh karen
itu harus dipertimbangkan dalam analisis.Biaya yang dipertimbangkan mencakup
sewa peralatan,bahan baku,biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik
variabel.Selain itu harga beli komponen juga merupakan informasi relevan karena
jika perusahaan memilih membuat sendiri,perusahaan tidak perlu mengeluarkan
dana untuk membeli komponen tersebut.
|
Keterangan
|
Alternatif
|
Selisih
|
|
Membuat
|
Membeli
|
|
Sewa
peralatan
|
Rp.12.000.000,00
|
|
Rp.12.000.000,00
|
|
Bahan baku
|
Rp.10.000.000,00
|
|
Rp.10.000.000,00
|
|
Tenaga kerja
|
Rp.20.000.000,00
|
|
Rp.20.000.000,00
|
|
Overhead variabel
|
Rp.8000.000,00
|
|
Rp.8.000.000,00
|
|
Harga beli
|
|
Rp.47.500.000,00
|
(Rp.47.500.000,00)
|
|
Total
|
Rp.50.000.000,00
|
Rp.47.500.000,00
|
Rp.2.500.000,00
|
2. Menghentikan
atau melanjutkan produksi produk tertentu.
Berikut ini
estimasi laba/rugi untuk ketiga produk yang dihasilkan oleh PT. Sumber Rejeki.
Dari laporan laba/rugi dapat dilihat bahwa produk C secara individu mengalami
kerugian. Haruskah perusahaan menghentikan pembuatan dan penjualan produk
tersebut.
PT. Sumber
Rejeki
Lporan
Laba/rugi Segmentasi
Untuk tahun
yang berakhir tanggal 31 Desember 2010
|
Keterangan
|
Produk A
(Dalam jutaan rupiah)
|
Produk B(Dalam jutaan rupiah)
|
Produk C(Dalam jutaan rupiah)
|
Total(Dalam jutaan rupiah)
|
|
Penjualan
|
500
|
800
|
150
|
1450
|
|
Biaya
variabel
|
250
|
480
|
140
|
870
|
|
Margin
kontribusi
|
250
|
320
|
10
|
580
|
|
Biaya tetap:
-Gaji
-Advertensi
-Depresiasi
|
37
10
53
|
40
10
40
|
35
10
10
|
112
30
103
|
|
Total biaya
tetap
|
100
|
90
|
55
|
245
|
|
Laba segmen
|
150
|
230
|
(45)
|
335
|
|
Biaya tetap bersama
|
125
|
|
Laba bersih
|
210
|
Estimasi kinerja produk C menunjukkan margin segmen
negatif. Hal ini telah terjadi selama tiga tahun berturut-turut. Dengan kondisi
ini, manajer menghadapi persoalan apakah akan tetap mempertahankan produk C
atau menghentikan pembuatan produk C. Hal pertama yang biasanya akan dilakukan
oleh perusahaan adalah mencoba menaikkan kinerja (laba) produk C. Untuk
menaikan laba, ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan yaitu menaikkan
penjualan dan menurunkan biaya. Upaya menaikkan pendapatan penjkualan dilakukan
dengan melakukan promosi yang agresif dan menaikkan harga jual. Namun manajer
pemasaran tidak setuju dengan kebijakan ini. Manajer pemasaran beranggapan
bahwa pendekatan ini tidak akan membuahkan hasil, karena kondisi persaingan
saat ini semakin tajam dan pasar cukup jenuh, sehingga agak sulit untuk
meningkatkan pangsa pasar. Selain itu, kenaikan harga jual dapat berakibat pada
penurunan pendapatan penjualan. Peningkatan kemampuan melalui penurunan biaya
juga tidak mungkin dilakukan, karena perusahaan sudah melakukannya selama dua
tahun berturut-turut.Jika penurunan biaya dilakukan lagi tahundepan,
dikhawatirkan akan menurunkan kualitas produk dan akan berimplikasi negatif
dalam jangka panjang.
Karena
tidak ada harapan lagi untuk memperbaiki kinerja penjualan produk C, maka
manajer memutuskan untuk menghentikan pembuatan dan penjualan produk C, dengan
harapan keputusan ini akan mengurangi kerugian sebesar Rp.35.000.000,00 dengan
rincian perusahaan akan kehilangan margin kontribusi sebesar Rp.10.000.000,00 namun
akan menghemat biaya gaji dan biaya advertensi sebesar Rp.45.000.000,00. Dalam
hal ini, biaya depresiasi dan biaya tetap bersama tidak lagi diperhitunhgkan
karena biaya-biaya ini bukan biaya relevan. Tabel berikut berisi perhitungan
yang mendukung keputusan manajemen untuk menghentikan pembuatan dan penjualan
produk C.
Analisis Tetap
Membuat atau Menghentikan
|
Keterangan
|
Tetap Membuat
(Rp)
|
Menghentikan
(Rp)
|
Selisih
(Rp)
|
|
Penjualan
|
150.000.000
|
0
|
150.000.000
|
|
Biaya
variabel
|
(140.000.000)
|
0
|
(140.000.000)
|
|
Margin
kontribusi
|
10.000.000
|
0
|
10.000.000
|
|
Biaya
advertensi
|
(10.000.000)
|
0
|
(10.000.000)
|
|
Biaya
supervisi
|
(35.000.000)
|
0
|
(35.000.000)
|
|
Manfaat
relevan (rugi)
|
(35.000.000)
|
0
|
(35.000.000)
|
DAFTAR PUSTAKA
Mowen,hansen.2005,Jilid1.Akuntansi
Manajerial.Jakarta.Salemba Empat
Mowen,hansen.2005,Jilid2.Akuntansi
Manajerial.Jakarta.Salemba Empat
Noreen,
garrison.2000,Jilid1&2. Akuntansi Manajerial.Jakarta.SalembaEmpat Http://www.resumeakun.com/